Wednesday, January 6, 2010

Introduction To Product Coding

(English Version)

According to the method, coding technology can be classified as follows:

  • Contact Coding
  • Inkjet Coding
  • Laser Coding

Contact Coding, as represented by its name, is a method of product coding by which coding or marking is done by applying contact to the product surface.

Inkjet Coding’s principle is similar with an Inkjet Paper Printer, in which one or several ink nozzle are used to release ink to the surface. This is done without direct contact with the surface of the product.

Laser Coding on the other hand is also a non-contact method, but instead of using ink, it uses a laser power to mark permanently to the product surface.

Selection for the right method would depend on several conditions, such as surface, line speed (production line speed), the desired message, environment, and also the budget provided.

Monday, January 4, 2010

Pengkodean Barang (Introduksi)

(Indonesian Version)

Berdasarkan cara kerjanya, teknologi pengkodean pada barang (coding) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
- Contact Coding
- Inkjet Coding
- Laser Coding

Contact Coding, adalah salah satu metode pengkodean pada produk dimana pembubuhan kode dilakukan dengan cara mengaplikasikan suatu kontak (melalui printhead) kepada permukaan produk. Cara kerja ini mirip dengan setempel (stamping).

Inkjet Coding, di sisi lain memiliki cara kerja yang secara prinsip sama dengan suatu inkjet paper printer; dimana suatu nozzle digunakan untuk melepaskan tinta kepada permukaan produk, tanpa adanya kontak fisik dengan permukaan produk tersebut.

Sedangkan Laser Coding merupakan teknologi yang relatif baru penggunaannya dalam hal pengkodean barang, tetapi teknologi ini semakin dipertimbangkan penggunaannya. Laser Coding adalah teknologi pengkodean dimana pembubuhan kode dilakukan secara permanen, melalui energi laser. Kelebihan dari Laser Coding adalah tidak digunakannya tinta dalam proses pengkodean.

Pemilihan metode pengkodean yang tepat sangat tergantung pada beberapa kondisi, seperti jenis permukaan produk, kecepatan line produksi, pesan yang ingin dibubuhkan, kondisi lingkungan, dantentu saja budget yang disediakan.